Wartapembaruan | Sukabumi
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi bersama Pemerintah Daerah menggelar rapat paripurna, Selasa (31/3/2026).
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari laporan hasil reses anggota dewan hingga penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025.
Dalam rapat yang dipimpin langsung ketua DPRD Budi Azhar Mutawali didampingi wakil ketua H. Usep dan turut dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar dan juga Wakilnya Andreas.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menjelaskan bahwa rapat paripurna kali ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
"Dalam paripurna tadi ada beberapa agenda utama. Pertama, penyampaian laporan hasil reses dari seluruh anggota DPRD yang diwakili masing-masing fraksi," ungkapnya.
"Kedua, laporan input Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dari hasil reses oleh Badan Anggaran. Dan yang ketiga, penyampaian nota pengantar LKPJ Bupati Tahun 2025,” imbuhnya.
Budi menegaskan, seluruh hasil reses yang dihimpun dari 50 anggota DPRD tersebut telah disampaikan secara resmi dalam forum paripurna dan menjadi bahan penting dalam penyusunan program pembangunan ke depan.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa tahapan berikutnya dari hasil paripurna langsung ditindaklanjuti oleh DPRD dan pemerintah daerah. Salah satunya melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"Hari ini juga langsung kita Musrenbang-kan. Pokok-pokok pikiran DPRD sudah kami sampaikan dan masuk dalam pembahasan Musrenbang untuk menentukan program prioritas pembangunan,” jelasnya.
Sementara itu, kata Budi lagi, terkait LKPJ Bupati Tahun 2025, DPRD akan segera melakukan pembahasan lebih mendalam melalui rapat-rapat komisi bersama mitra kerja masing-masing.
"Dalam beberapa hari ke depan, komisi-komisi DPRD akan menggali sejauh mana capaian kinerja pemerintah daerah tahun 2025. Apakah sudah sesuai dengan visi dan misi, serta bagaimana output dan outcome-nya. Hasilnya nanti akan kita paripurnakan sekitar tanggal 21 April,” tambahnya.
Budi juga menyoroti pentingnya tahapan Musrenbang sebagai wadah penyaringan aspirasi masyarakat yang telah dihimpun melalui berbagai jalur, mulai dari reses DPRD hingga Musrenbang tingkat desa dan kecamatan.
"Semua aspirasi itu dipilah dan disusun menjadi program prioritas. Ini penting agar pembangunan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat merumuskan program prioritas yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga arah pembangunan ke depan lebih terukur dan berkesinambungan.
“Harapan kami, RKPD yang disusun hari ini bisa menjadi dasar kuat dalam penyusunan RPJMD tahun 2027 nanti, agar seluruh target pembangunan yang telah disepakati bersama dapat tercapai secara optimal,” tuturnya.
Sementara itu Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, dalam kesempatan tersebut Ia memaparkan secara rinci capaian indikator makro pembangunan yang menjadi ukuran keberhasilan kolektif Pemerintah Kabupaten Sukabumi sepanjang 2025.
Capaian tersebut menurut Bupati Asep Japar meliputi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial, Pengendalian demografi serta Evaluasi pembangunan dan catatan strategis, dimana sejumlah keberhasilan tersebut tidak lepas dari pengelolaan keuangan daerah yang dinilai lebih tepat sasaran.
"Pada 2025 pemkab Sukabumi berhasil menjaga ritme fiskal dengan baik, ditunjukkan melalui realisasi APBD yang mencakup pendapatan dan belanja daerah secara proporsional," tegasnya.
Bupati Asep Japar juga menyoroti realisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi motor penggerak pembangunan. IKU tersebut mencakup sektor sosial, kesehatan, keagamaan, pendidikan, kebudayaan, ekonomi, investasi, ketahanan pangan, infrastruktur, lingkungan hidup, hingga tata kelola pemerintahan.
"Mayoritas indikator menunjukkan performa yang melampaui target, meski beberapa indikator seperti infrastruktur jalan masih membutuhkan penyempurnaan," ujar Bupati.
Untuk indikator yang belum tercapai tuturnya, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah korektif dan penyesuaian strategi pada tahun anggaran berjalan. Bupati menegaskan bahwa capaian pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD.
"Dengan dukungan pengawasan serta anggaran dari rekan-rekan legislatif, berbagai tantangan dapat diselesaikan secara bertahap," ungkapnya.
Bupati Asep Japar juga menekankan bahwa setiap capaian masih menyisakan ruang untuk peningkatan. Karena itu, ia berharap DPRD memberikan catatan strategis dan rekomendasi untuk mendorong peningkatan kinerja pemerintahan pada tahun mendatang.
Bupati Asep Japar berharap capaian pembangunan tahun 2025 dapat menjadi fondasi kuat bagi percepatan pembangunan ke depan.
"Semoga apa yang telah kita lakukan di tahun 2025 menjadi landasan pacu yang kokoh bagi keberhasilan capaian pembangunan berikutnya,” pungkasnya.
(Ateu/ellah)
