Inspektorat Kabupaten Sukabumi Audit Pemdes Babakanjaya, GMBB Kawal Kasus Sampai Tuntas


Wartapembaruan.web.id, SUKABUMI-- Audit investigasi Tim Inspektorat Kabupaten Sukabumi atas pengelolaan anggaran Pemerintah Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, yang dimulai sejak Senin (5/1/2026), disambut baik J.A Soebagyo, salah seorang tokoh Gerakan Masyarakat Babakanjaya Bersatu (GMBB). 

"Pemeriksaan inspektorat ini terkait dengan pengaduan masyarakat dari GMBB kepada Satuan Tipikor Polres Sukabumi, yang kemudian berkoordinasi dengan inspektorat untuk melakukan pendalaman atas pengaduan tersebut," ungkap J.A. Soebagyo, Sabtu (10/1/2026).

Pantauan awak media, pada hari pertama di Desa Babakanjaya, tim inspektorat mengumpulkan dokumen-dokumen penting diduga terkait alur keluar masuk anggaran. Sementara hari berikutnya, inspektorat melakukan pemeriksaan sejumlah titik pembangunan fisik jalan lingkungan dan jalan desa.

GMBB saat menyerahkan sejumlah dokumen / bukti terkait pengelolaan keuangan Pemdes Babakanjaya, Parungkuda, kepada Inspektorat Kabupaten Sukabumi.



"GMBB berharap agar pemeriksaan fisik tersebut benar-benar diukur panjang, lebar dan terutama ketebalannya. Karena dari hasil pengecekan fisik yang dilakukan GMBB, pembangunan fisik diduga kuat mengandung unsur-unsur korupsi. Artinya, apa yang dianggarkan, bisa jadi pada kenyataannya tidak sebesar itu. Memang ada prasasti, tapi apa benar anggaran yang tertulis di prasasti benar-benar sesuai dengan yang dibelanjakan pada saat pembangunan," ungkap J.A. Soebagyo.

GMBB mencoba membuat kalkulasi berdasarkan HPS (Harga Patokan Setempat). Sebagai contoh, hotmix jalan desa antara Pangkalan-Ciburuy, tertera dalam prasasti anggarannya Rp170 juta dengan ukuran 500 meter x 2 meter (sayang tidak ditulis ketebalannya), dengan ketebalan rata-rata 2 cm. Seharusnya material aspal hotmix yang paling bagus sekalipun, itu tidak sampai Rp100 juta.

"Artinya ada selisih 70 jutaan. Nah, ini yang mesti diaudit oleh Tim Inspektorat. Itu baru di satu titik, belum lagi titik-titik pembangunan fisik lainnya. Agar lebih obyektif, kalau perlu pakai auditor independen," sarannya. 

Selain itu, pemeriksaan pembangunan fisik harus juga disertai dengan pemeriksaan dokumen RAB (Rencana Anggaran Belanja), laporan keuangan serta bukti-bukti pembelanjaan. "Jangan sampai terjadi yang ada di bon pembelian, tapi barangnya tidak ada, atau barangnya berbeda, baik jumlah maupun kualitasnya," tambahnya lagi.

Tokoh GMBB lainnya, Andi Sujai A.S., menyambut baik langkah nyata dari Inspektorat Kabupaten Sukabumi atas laporan dari GMBB tersebut. "Audit investigasi ini harus dilakukan secara menyeluruh dan mendalam agar diperoleh kebenaran materiil," ujarnya.

Salah satu yang kami tekankan juga adalah pemeriksaan terhadap rekening koran Desa Babakanjaya yang dipegang oleh Bendahara Desa.

"Saya menduga kuat, ada aliran dana kepada pihak-pihak yang tidak berkaitan dengan urusan di desa. Jadi kami berharap investigasi ini jangan basa-basi. GMBB akan terus mengawal," katanya. (Hr)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال