Wartapembaruan| SUKABUMI
Data terbaru BPBD Kabupaten Sukabumi menunjukkan kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok berdampak besar. Sebanyak 51 rumah termasuk _Imah Gede_ hangus terbakar pada Sabtu (25/7/2026).
Bencana ini berdampak pada 52 Kepala Keluarga atau 163 jiwa. Rumah yang terbakar tersebar di RT 07 sebanyak 27 rumah dan RT 05 sebanyak 25 rumah.
Selain rumah warga, fasilitas sosial juga terdampak: 3 MCK, 1 PAUD, 1 masjid, 2 lisung, 6 warung, dan 49 leuit lumbung padi adat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan Pemkab telah menetapkan status tanggap darurat mulai 25 hingga 31 Juli 2026 melalui Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 300.2.1/Kep.633-BPBD/2026.
"Dengan status tanggap darurat ini, bantuan baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun organisasi nonpemerintah dapat masuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak," ujar Eki.
Penanganan awal yang sudah disalurkan meliputi sembako, perlengkapan tidur, peralatan memasak, mobil tangki air, dan dapur umum. Untuk pemulihan, Pemprov Jawa Barat akan mengambil peran membangun kembali rumah-rumah yang terbakar.
Ketua Panitia Logistik Bencana, Edik Supriatna, menyoroti rusaknya 49 leuit. "Leuit yang terbakar bukan hanya bangunan, tetapi juga berkaitan dengan persediaan pangan masyarakat. Kebutuhan warga tidak berhenti pada bantuan tempat tinggal, tetapi juga pemulihan kehidupan," katanya. Kapasitas leuit kecil sekitar 800 ikat padi, sedangkan leuit besar hingga 1.500 ikat.
Saat ini sebagian besar warga mengungsi mandiri di rumah kerabat. BPBD tetap menyiapkan tenda pengungsian sebagai antisipasi selama masa tanggap darurat.
BPBD memastikan kebutuhan dasar menjadi prioritas selama 25-31 Juli 2026, sembari menyiapkan rencana pembangunan kembali kawasan terdampak.
Ateu Ellah

