Hari Santri, NU Pamekasan Hadirkan putri Gusdur Dan sultan Madura di Panggung Comedy Santri.

Wartapembaruan|PAMEKASAN

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Pamekasan menggelar Show Comedy dengan tema "Santri Berbicara" dalam rangka peringatan hari santri yang di gelar di Kantor PCNU Pamekasan, Jl. Raden Abdul Azis No.95, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, Senin (26/10/2026).

Acara tersebut di hadiri oleh Inayah Wulandari Wahid atau yang akrab disapa Ning Inayah, putri bungsu Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai bintang tamu dan Sinta Nuriyah, yang juga pengurus PBNU. Turut hadir H. Khairul Umam atau yang dikenal sebagai Haji Her, CEO PT Bawang Mas Group yang dijuluki Sultan Madura, bersama ibundanya.

Ketua PC Fatayat NU Pamekasan, Mariyatul Qibtiyah, S.Pd.I., mengatakan pemilihan konsep stand up comedy bukan tanpa alasan. Menurutnya, Fatayat lahir dari rahim pesantren, sehingga komitmennya adalah mengembalikan Fatayat ke pesantren.

"Fatayat ini berasal dari pesantren. Maka komitmen saya jadi ketua, bagaimana Fatayat itu kembali ke pesantren dan pesantren itu menjadi wadah terbesar, wadah yang paling penting untuk menjalankan program-program di Fatayat PC Pamekasan," ujar Mariyatul Qibtiyah.

Dengan mengusung tema Santri Berbicara, pihaknya ingin memberikan ruang kebebasan bagi santri, khususnya kader Fatayat, untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan.

"Harapan saya melalui acara stand up comedy ini, ada ketertarikan dan ada tanggung jawab yang besar bagi pondok-pondok pesantren, bagi santri-santri alumni pondok pesantren bisa ikut serta untuk melanjutkan estafet kepemimpinan yang akan datang," jelasnya.

Ia menyebutkan acara tersebut dihadiri lebih dari 500 orang yang terdiri dari pengurus cabang, PAC, ranting, utusan dan delegasi pondok pesantren, serta tokoh muda dan tokoh perempuan berpengaruh di Pamekasan. Ning Inayah sendiri diundang secara khusus olehnya.

Di sisi lain, terkait kehadiran Bawang Mas Group, Mariyatul berharap ada kolaborasi berkelanjutan.

"Harapan saya ke depannya bagaimana Bawang Mas bisa mensupport acara-acara di Fatayat, terutama yang berkenaan dengan menyuarakan tentang kebenaran, membela perempuan. Karena perempuan di Pamekasan masih ada di ranah lemah. Bagaimana Bawang Mas bisa menggandeng Fatayat dan Fatayat bisa menggandeng Bawang Mas untuk mensukseskan program-program di PC Fatayat NU Kabupaten Pamekasan," ungkapnya.

Sementara itu, Ning Inayah Wulandari Wahid dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangganya bisa hadir di Pamekasan. Ia mendoakan Fatayat Pamekasan semakin membawa kemaslahatan.

"Semoga Rato Timur makin jaya, hikmahnya makin baik untuk NU, membawa maslahat yang besar bagi dunia pesantren, bagi NU, dan terutama bagi Indonesia," ujar Ning Inayah.

Saat disinggung soal sosok Gus Dur yang dikenal sebagai tokoh humoris, Ning Inayah pun mengenang salah satu pesan monumental sang ayah tentang keberanian.

"Banyak banget humor Gus Dur. Tapi kalau yang hari ini harus diingat itu adalah kalau katanya Gus Dur, 'Kita ini manusia, kita pasti takut, betul? Tapi meskipun takut, kita jalan terus, kita melompati pagar ketakutan kita, dan di situlah sebagai manusia harga kita ditentukan'," kenang Ning Inayah yang disambut tepuk tangan peserta.

Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan tema Santri Berbicara, di mana santri dituntut berani bersuara di era demokrasi.

Di sisi lain, kehadiran Haji Her, CEO Bawang Mas Group, menjadi perhatian tersendiri. Dengan gaya khasnya yang ceplas-ceplos, Haji Her mengaku kehadirannya di acara perempuan tersebut karena ajakan sang ibunda.

"Kita datang ke sini karena perempuan, perempuan tidak boleh menentang suami. Saya ke sini karena diajak ibu saya," seloroh Haji Her yang langsung mengundang tawa ratusan kader Fatayat.

Meski disampaikan dengan nada canda, kehadiran Haji Her bersama ibundanya menjadi simbol dukungan pengusaha lokal terhadap gerakan perempuan dan santri di Pamekasan.

Acara Show Comedy Santri ini berlangsung meriah, penuh tawa, namun tetap sarat akan pesan tentang kepemimpinan perempuan, keberanian santri berbicara, dan pentingnya kolaborasi antara pesantren, organisasi perempuan, dan dunia usaha.

(Ifa)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال