Pemdes Wangunsari Bangun Rumah untuk ODGJ di Cipanas Cisolok, Upaya Gotong Royong Ciptakan Lingkungan Aman

LKI-CHANNEL, SUKABUMI

Kepedulian terhadap warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditunjukkan *Pemerintah Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi*. 


Pemdes memfasilitasi pembangunan rumah bagi seorang warga ODGJ di *Kampung Cipanas, RT 006/002*. Pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama keluarga agar penghuni memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.


*Fasilitasi untuk Haryati, Anak Anggota Linmas*  

Sekretaris Desa Wangunsari *Aris* mengatakan, langkah ini berawal dari kepedulian terhadap keluarga *Suhendi*, salah satu anggota Satlinmas Desa Wangunsari.


Suhendi diketahui memiliki tujuh anak dengan kondisi ekonomi terbatas. Sebelumnya, anaknya *Hendri* sudah mendapat bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) melalui Dana Desa 2025.  

Kini perhatian diarahkan ke anggota keluarga lain yang mengalami gangguan jiwa.


“Ini bentuk kepedulian kami sebagai pemerintah desa. Kami memfasilitasi tempat tinggal agar saudari Haryati tidak berkeliaran dan dapat memiliki tempat yang lebih aman,” ujar Aris, Senin (14/9/2026).


*Lokasi Dipilih Jauh dari Permukiman*  

Pembangunan juga mempertimbangkan kondisi lingkungan. Sebelumnya sempat terjadi keresahan warga akibat perilaku *Ari -sapaan Haryati-* saat episode mengamuk, seperti pelemparan ke kendaraan dan rumah warga hingga menimbulkan kerusakan.


Karena itu, lokasi rumah dipilih sedikit lebih jauh dari permukiman.  

“Dengan difasilitasinya tempat yang sedikit jauh dari permukiman warga, mudah-mudahan dapat mengurangi kemarahan dan keresahan yang selama ini terjadi,” kata Aris.


Meski begitu, pembangunan bukan untuk mengucilkan. Pemdes berupaya memberi tempat layak sesuai kondisi keluarga dan lingkungan.


Pembangunan dilakukan melalui gotong royong keluarga dengan inisiatif dan fasilitasi Pemdes Wangunsari.


“Jangan hanya melihat persoalannya dari keresahan yang muncul. Keluarganya juga memiliki kondisi ekonomi yang kurang beruntung, sehingga pemerintah desa harus hadir sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.


*Prioritas Bantuan dan Administrasi*  

Pemdes berkomitmen memprioritaskan keluarga Suhendi jika ada program bantuan dari desa, kabupaten, maupun pusat.  

“In Syaa Allah, keluarga Pak Suhendi dengan kondisi ekonomi seperti ini akan kami prioritaskan dalam bentuk bantuan apa pun, baik dari pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat,” tuturnya.


Selain tempat tinggal, administrasi kependudukan Ati juga masih dalam proses. Dokumennya masih mengikuti orang tua dan belum melakukan perekaman KTP elektronik. Pemdes akan terus mendampingi keluarga menyelesaikan kebutuhan tersebut.


Bagi Pemdes Wangunsari, pembangunan rumah di Kampung Cipanas bukan hanya menyediakan tempat tinggal, tapi juga bentuk gotong royong dan perhatian kepada keluarga yang membutuhkan. 


Dengan rumah yang lebih sesuai serta dukungan keluarga dan pemerintah, Ati diharapkan dapat menjalani kehidupan lebih tenang, sementara masyarakat sekitar juga mendapat lingkungan yang lebih kondusif.


Ateu Ellah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال